Penulis: adminunupwt

 

KUASAI TEORINYA, LAKUKAN PRAKTEKNYA : KOMUNIKASI

KUASAI TEORINYA, LAKUKAN PRAKTEKNYA : KOMUNIKASI

Dunia mahasiswa memang sangat kental dengan dunia teori, terutama mahasiswa yang baru duduk di bangku kuliah semester dua. Seperti halnya mahasiswa manajemen dan akuntansi semester dua Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto angkatan pertama ini, mereka berjumpa dengan teori-teori baru yang belum mereka jumpai saat di bangku SMA. Namun begitu, sebenarnya banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang telah mereka kerjakan  tapi mereka tidak menyadari bahwa semua yang mereka telah kerjakan ada dalam teori yang mereka pelajari. Hal yang sangat mudah dilihat adalah cara berkomunikasi.

Mata kuliah komunikasi bisnis diberikan pada mahasiswa manajemen maupun akuntansi pada semester dua. Mata kuliah Komunikasi Bisnis bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa berkomunikasi, baik tulisan maupun lisan.  Kemampuan ini diharapkan akan bermanfaat dalam lingkungan kerja perusahaan atau organisasi lainnya. Diketahui bahwa sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menyebutkan bahwa para akuntan memiliki kelemahan dalam berkomunikasi, maka dari itu komunikasi bisnis bukan saja penting untuk mahasiswa manajemen tetapi juga mahasiswa akuntansi.

Dengan demikian, agar mahasiswa manajemen maupun akuntansi tidak hanya sekedar menguasai teori komunikasi, tetapi juga dapat melakukan praktek sesuai dengan teori yang ada, maka dalam mata kuliah komunikasi bisnis diselipkan praktek langsung dalam kelas. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat menerapkan teori yang telah mereka dapatkan.

Salah satu pertemuan dalam mata kuliah komunikasi bisnis adalah membahas tentang Profesional dalam Bekerja dan dalam teori disampaikan tentang bagaimana cara melakukan telfon secara professional baik kata-kata yang digunakan, tinggi rendahnya suara maupun tekanan suara yang digunakan dan tidak kalah penting adalah waktu yang dipertimbangkan dalam menghubungi seseorang lewat telfon.

Dalam pertemuan tersebut mahasiswa diajak untuk benar-benar merasakan menjadi seorang professional dalam sebuah perusahaan. Mahasiswa diberikan teori terlebih dahulu kemudian dibagi secara berpasangan dan membuat subuah tema. Mahasiswa diberikan waktu untuk melakukan diskusi dengan partnernya yang kemudian setiap pasangan menampilkan hasil diskusinya dengan praktek langsung dalam melakukan komunikasi bisnis via telfon.

Hal yang sangat mengejutkan, banyak dari mahasiswa yang berhasil menunjukkan keprofresionalannya dalam berkomunikasi via telfon. Mahasiswa pun menyadari, bahwa hal yang selama ini dilakukannya memang berdasarkan teori, hanya saja mereka belum mempelajarinya. Diharapkan setelah mendapatkan teori dalam matakuliah ini, mahasiswa menjadi lebih paham dan memperbaiki pola komunikasinya terutama dalam urusan professional.

Tentunya dengan diberikan kesempatan pada mahasiswa untuk praktek langsung setelah mendapatkan teori akan semakin mengasah kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan baik. Hal terdekat yang bisa mereka praktekan langsung adalah berkomunikasi yang baik dan benar dengan para dosen yang dapat juga dipraktekan dalam organisasi atau keseharian mereka.

Dengan demikian tujuan dari matakuliah Komunikasi bisnis, yaitu untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa berkomunikasi, baik tulisan maupun lisan dapat tercapai dan hal ini menjadi bekal penting untuk para mahasiswa dalam keseharian baik organisasi, keluarga, maupun dunia kerja.

KULIAH SAMBIL BERWIRAUSAHA? PILIHAN CERDAS MAHASISWA JAMAN SEKARANG

KULIAH SAMBIL BERWIRAUSAHA? PILIHAN CERDAS MAHASISWA JAMAN SEKARANG

KULIAH dulu atau kerja dulu? Mungkin banyak yang mengatakan bahwa kuliah dulu lebih penting dan setelahnya baru kerja, seperti apa yang biasanya terjadi.

Untuk kondisi saat ini kembali ada sebuah pertanyaan pilihan, KULIAH dulu atau Berwira usaha dulu? Jelas pertanyaan ini muncul seiring dengan kondisi Indonesia yang saat ini sedang gencar menciptakan wirausaha muda.

Lalu kalau begitu, Kenapa tidak dilakukan keduanya?

Semua adalah pilihan masing-masing individu, semua sah-sah saja, asalkan setiap individu mampu mempertanggungjawabkan pilihannya, terutama yang memutuskan untuk kuliah sambil bekerja atau berwirausaha. Memang tidak ada jaminan bahwa orang yang focus kuliah saja akan lagsung mendapatkan pekerjaan yang bagus setelah menyandang gelar sarjananya, tetapi memutus akan melakukan keduanya juga butuh perjuangan yang tidaklah mudah, apalagi untuk tetap berprestasi sebagai mahasiswa.

Menjadi mahasiswa sekaligus pengusaha menjadi salah satu pilihan mahasiswa UNU Purwokerto, Hendrik Marfudo Ibsen (22th) asal Wangon, Banyumas, Jawa Tengah.  Sejak kecil, Hendrik begitu dia biasa disapa, dirawat oleh neneknya karena Ibu dan ayahnya telah menghadap Yang Kuasa disaat usianya masih kecil. Mahasiswa usia 22 tahun ini menghabiskan masa remajanya di Purwokerto kidul sembari merawat nenek dan adik yang sangat disayanginya.

Lulus tahun 2013, kini Hendrik Marfudo Ibsen (22 th) telah menjadi mahasiswa semester dua prodi manajemen Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto.

Sebelum saya memutuskan kuliah, saya telah bekerja dibeberapa perusahaan bahkan satu hari setelah kelulusan SMA saya resmi menjad ikaryawan, hal ini tidak begitu sulit karena Alhamdulillah beberapa prestasi dapat saya raih” ujar mahasiswa yang baru memutuskan kuliah diusia 21 tahun ini.

Beberapa prestasi yang berhasil didapatkan memudahkannya untuk mendapatkan tawaran kerja. Mahasiswa lulusan SMK jurusan teknik computer ini, memulai jenjang karirnya sebagai karyawan disebuah perusahaan satu hari setelah hari kelulusan dari SMK. Dapat langsung bekerja di sebuah perusahaan tempatnya PKL tentu karena hasil kerjanya yang memuaskan. Tidak lebih dari 5 bulan dia bekerja disana, putra dari pasangan Alm Suwondo Dwi S. dan Almh SitiMarfu’ah ini berhasil lolos dalam serangkaian rekrutmen yang diadakan oleh PT Astra Daihatsu Motor.

Menjadi karyawan teladan selama 2 tahun, membawa dia dan satu karyawan lainnya dari ratusan karyawan kontrak yang telah habis masa kerjanya diberikan kesempatan untuk berangkat ke Jepang. Mengikuti serangkaian pelatihan, akhirnya dia berhasil membuktikan kerja kerasnya selama pelatihan dengan meraih 4 pin sebagai prestasi karena selalu mendapatkan nilai sempurna saat ujian.

Dua tahun bekerja sebagai karyawan di Jepang, membuatnya rindu akan tanah air dan juga tanggung jawab yang masih dipikulnya. Nenek yang selalu menunggu kembalinya dan adik semata wayang yang masih membutuhkan biaya pendidikan dan juga kasih sayang seorang kakak, membuat Hendrik (22 th)  memutusakan untuk kembali ketanah air pada Agustus tahun 2017 meskipun ada tawaran kerja di PT Astra dan ditawari promosi jabatan karena dia telah berhasil lulus N3 untuk bahasa Jepang. Sejak saat itu, mahasiwa yang meraih IP 3,6 pada semester pertama ini memutuskan untuk tidak lagi merantau, tetapi membuka usaha secara mandiri.

Sejak diasuh nenek, saya tinggal di Purwokerto kidul, tetapi asli saya adalah dari Wangon, Om dan bulik saya sekarang yang tinggal di Wangon dan ketika mencari peluang usaha, saya mendapatkan fakta bahwa di Wangon, khususnya di daerah tersebut belum ada toko plastic yang menjual perlengkapan plastic secara lengkap, dari situ munculah ide untuk membuka took khusus plastic lengkap dengan modal pribadi, yaitu hasil saya bekerja di Jepang” tuturnya dengan gamblang.

Toko Kazoku yang dia branding sebagai took aneka macam plastic dan bahan kue ini berdiri tahun 2017, sudah 10 bulan dia menggeluti bisnis ini. Dari bisnis yang dijalankannya kini dia berhasil membiayai kuliahnya sendiri, biaya sehari-hari, biaya adik semata wayangnya dan juga masih bias menabung meski belum banyak. Baginya kuliah adalah hal wajib, meski dimulainya tidak langsung seusai lulus SMK dan yang terpenting lagi baginya, yakin adalah prinsip utama dalam menjalankan apapun yang telah diputuskan.

Bercermin pada perjuangan dan prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa prodi manajemen kelas non regular ini, sudah selayaknya generasi muda dapat mencontoh satu perbuatan positif yang dilakukan Hendrik, memulai berwirausaha secara sederhana namun tidak mengganggu waktu kuliah dan secara tidak langsung dapat membiayai kebutuhan perkuliahannya tanpa membebani nenek tentunya yang sudah diusia renta.

Hendrik berpesan bahwa ilmu itu baik, dan hal baik itu apabila diterapkan atau digunakan untuk hal baik tidak akan sia-sia .

Seorang mahasiswa yang tangguh ialah mahasiswa yang bias memanfaatkan tantangan dan peluang, semakin besar tantangannya maka disitu terdapat peluang yang besar pula, maka kuliah sambal berwirausaha sudah seharusnya menjadi pilihan generasi muda saat ini, ilmu yang didapat bias langsung diterapkan, maka ilmu dapat, uang pun terkumpul, masa depan gemilang” begitu ujarnya dengan penuh semangat dan keyakinan yang mantap.

Benar saja dia adalah seorang muslim yang mencoba menerapkan sebuah hadist Barang siapa menginginkan soal-soal yang berhubungan dengan dunia, wajiblah ia memiliki ilmunya; dan barang siapa yang ingin (selamat dan berbahagia) diakhirat, wajiblah ia mengetahui ilmunya pula; dan barangsiapa yang meginginkan kedua-duanya, wajiblah ia memiliki ilmu kedua-duanya pula”. (HR.Bukharidan Muslim)

Inilah salah satu sosok mahasiswa yang menjadi cermin dari tagline Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto“ Kuliah sambil berwirausaha, di sini tempatnya!!!”. Kini Hendrik (22 th) berharap kerja kerasnya untuk tetap menjadi mahasiswa dan sekaligus pengusaha akan mengantarkannya pada kehidupan yang lebih baik dari sekarang, lebih bermanfaat dan mengantarkannya meraih cita-cita, yaitu mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang S2 bahkan S3 dengan tetap menjadi pengusaha sukses.

 

Penulis : Rizqi Nugraheni Putri, MM